Senin, 30 November 2009

KABUPATEN SIDOARJO




Kabupaten Sidoarjo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Sidoarjo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Sidoarjo dikenal sebagai penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk kawasan Gerbangkertosusila.

Sejarah
Sidoarjo dahulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibatu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare dipimpin R. Notopuro berasal dari Kasepuhan, putra R.A.P Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare, yang memiliki konotasi kurang bagus diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo.

Geografi
Wilayah Kabupaten Sidoarjo berada di dataran rendah. Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta, karena berada di antara dua sungai besar pecahan Kali Brantas, yakni Kali Mas dan Kali Porong. Kota Sidoarjo berada di selatan Surabaya, dan secara geografis kedua kota ini seolah-olah menyatu.

Transportasi
Bandara Internasional Juanda dan terminal bus Purabaya yang dianggap sebagai "milik" Surabaya, berada di wilayah kabupaten ini. Terminal Purabaya merupakan gerbang utama Surabaya dari arah selatan, dan salah satu terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Kereta komuter Surabaya Gubeng-Sidoarjo-Porong menghubungkan kawasan Sidoarjo dengan Surabaya.

Pembagian administratif
Kabupaten Sidoarjo terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kota kecamatan lain yang cukup besar di Kabupaten Sidoarjo diantaranya Taman, Krian, Candi, Porong dan Waru.

Perekonomian
Perikanan, industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. Selat Madura di sebelah Timur merupakan daerah penghasil perikanan, diantaranya ikan, udang, dan kepiting. Logo Kabupaten menunjukkan bahwa Udang dan Bandeng merupakan komoditi perikanan yang utama kota ini. Sidoarjo dikenal pula dengan sebutan "Kota Petis". Oleh-oleh makanan khas Sidoarjo adalah Bandeng Asap dan Kerupuk Udang. Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis kawasan Indonesia Timur (Surabaya), dekat dengan Pelabuhan Laut Tanjung Perak maupun Bandar Udara Juanda, memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo. Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik, diantaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin, sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro - Waru dan Tebel - Gedangan, sentra industri kerupuk di Telasih - Tulangan.

Olahraga
Gelora Delta terdapat di Jalan Pahlawan Kota Sidoarjo, dimana pernah digunakan untuk pembukaan PON XV Jawa Timur 2002. Dimana stadion ini adalah markas dari klub sepak bola Deltras Sidoarjo.

Kuliner Khas
• Kupang Lontong Sidoarjo + Sate kerang
• Bandeng presto Sidoarjo

Rabu, 18 November 2009



Tarik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Bagian barat daerah ini dulu diyakini sebagai Hutan Tarik, yaitu sebuah hutan yang dibuka oleh Raden Wijaya menjadi sebuah desa cikal bakal kerajaan Majapahit. Kalimati adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Desa Kalimati
Peta lokasi Desa Kalimati
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Sidoarjo
Kecamatan Tarik
Kepala desa Sudangir
Jumlah penduduk ± 7000

Teori Lokasi August Losch

Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District). Kontribusi utama Losch adalah memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri, Kedua, kritik terhadap pendahulunya yang selalu berorientasi pada biaya terkecil; padahal yang biasanya dilakukan oleh industri adalah memaksimalkan keuntungan (profit– revenue maximation) dengan berbagai asumsi, Losch mengemukakan bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand. Oleh karena itu Losch merupakan pendahulu dalam mengatur kegiatan ekonomi secara spasial dan pelopor dalam teori ekonomi regional modern.
Proses terjadinya wilayah pasar Efek Perubahan Harga Teori August Losch
August Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan segi permintaan sebagai variabel utama. Teori ini bertujuan untuk menemukan pola lokasi industri sehingga diketemukan keseimbangan spasial antar lokasi. Losch berpendapat bahwa dalam lokasi industri yang tampak tidak teratur dapat diketemukan pola keberaturan. Teori Losch berasumsi suatu daerah yang homogen dengan distribusi sumber bahan mentah dan sarana angkutan yang merata serta selera konsumen yang sama. Kegiatan ekonomi yang terdapat di daerah tersebut merupakan pertanian berskala kecil yang pada dasarnya ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan petani masing-masing. Perdagangan baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan, ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1. Setiap lokasi industri harus menjamin keuntungan maksimum bagi penjual maupun pembeli.
2. Terdapat cukup banyak usaha pertanian dengan penyebaran cukup merata sehingga seluruh permintaan yang ada dapat dilayani.
3. Terdapat free entry dan tidak ada petani yang memperoleh super-normal prpfit sehingga tidak ada rangsangan bagi petani dari luar untuk masuk dan menjual barang yang sama di daerah tersebut.
4. Daerah penawaran adalah sedemikian hingga memungkinkan petani yang ada untuk mencapai besar optimum.
5. Konsumen bersikap indifferent terhadap penjual manapun dan satu-satunya pertimbangan untuk membeli adalah harga yang rendah. Pada teori Losch, wilayah pasar bisa berubah ketika terjadi inflasi (perubahan) harga. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mampu memenuhi permintaan yang karena jaraknya jauh akan mengakibatkan biaya transportasi naik sehingga harga jualnya juga naik, karena tingginya harga jual maka pembelian makin berkurang. Hal ini mendorong petani lain melakukan proses produksi yang sama untuk melayani permintaan yang belum terpenuhi. Dengan makin banyaknya petani yang menawarkan produk yang sama, maka akan terjadi dua keadaan : 1. seluruh daerah akan terlayani, 2. persaingan antar petani penjual akan semakin tajam dan saling berebut pembeli. Losch berpendapat bahwa akhirnya luas daerah pasar masing-masing petani penjual akan mengecil dan dalam keseimbangannya akan terbentuk segienam beraturan. Bentuk ini dipilih karena menggambarkan daerah penjualan terbesar yang masih dapat dikuasai setiap penjual dan berjarak minimum dari tempat lokasi kegiatan produksi yang bersangkutan. Keseimbangan yang dicapai dalam teori Losch berasumsi bahwa harga hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, oleh karenanya keseimbangan akan terganggu bila salah seorang penjual menaikkan harga jualnya. Keputusan ini mengakibatkan tidak hanya pasar menyempit karena konsumen tak mampu membeli tapi sebagian pasar akan hilang dan direbut oleh penjual yang berdekatan. Untuk memperluas jangkauan pasar dapat dilakukan dengan menjual barang yang berbeda jenis dari yang sudah ditawarkan.
Studi Kasus Teori Lokasi Industri August Losch
Dalam studi kasus teori lokasi industri Agust Losch ini dapat diambil contoh pendirian lokasi pabrik kendaraan bermotor yang terdapat di Indonesia, dimana pendirian pabrik kendaraan bermotor ini dinilai tepat berdasarkan teori August Losch karena lokasi pabrik tersebut didirikan dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada konsumennya, hingga proses distribusi dari kendaraan bermotor tersebut akan lebih cepat dilakukan dibanding harus diproduksi di daerah asalnya yaitu Jepang, dari segi biaya produksi pun akan lebih murah karena beberapa komponen atau suku cadang kendaraan bermotor tersebut, bahan bakunya ada yang tersedia di Indonesia, begitu juga dengan tenaga kerja, dimana ongkos tenaga kerja di Indonesia masih lebih murah dibanding negara asal kendaraan bermotor tersebut, hingga harapan agar keuntungan maksimal yang diinginkan akan terpenuhi.

Jumat, 13 November 2009




Kondisi Geografis

Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112,5o – 112,9o BT dan 7,3o – 7,5o LS dengan wilayah yang berbatasan dengan :
• Sebelah Utara : Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik
• Sebelah Selatan : Kabupaten Pasuruan
• Sebelah Barat : Kabupaten Mojokerto
• Sebelah Timur : Selat Madura
Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil di Propinsi Jawa Timur, dengan luas wilayah 63.438,53 Ha atau 634,34 km2 diapit oleh Sungai Mas dan Sungai Porong.
Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo, menurut hasil sensus penduduk tahun 2000 sebesar 1.548.820 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 2.441 jiwa/km2 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,87 %, hal ini bukan berarti tingginya angka kelahiran, tetapi disebabkan oleh arus urbanisasi yang tinggi sebagai dampak dari pertumbuhan sektor industri dan perumahan di Sidoarjo serta dampak Surabaya Metropolitan Area.
Angka TFR (Total Fertility Rate) Kabupaten Sidoarjo sebesar 1,9 (Susenas 2000), hal ini menunjukkan bahwa angka kelahiran di Kabupaten Sidoarjo cukup terkendali berarti keberadaan Program KB sudah melembaga dan membudaya dalam segi kehidupan masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Rabu, 11 November 2009

COOPERATIVE LEARNING

Memerhatikan tujuan dan esensi pendidikan IPS, sebaiknya penyelenggaraan pembelajaran IPS mampu mempersiapkan, membina, dan membentuk kemampuan peserta didik yang menguasai pengetahuan, sikap, nilai, dan kecakapan dasar yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat (Hamid Hasan, 1996 : Kosasih, 1992). Berdasarkan analisis konseptual dan dan kondisi pendidikan IPS ternyata tidak sedikit mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengikuti matakuliah karena metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan oleh dosen dirasa kurang tepat. Kondisi proses belajar mengajar di perguruan tinggi masih diwarnai oleh penekanan pada aspek pengetahuan. Mungkin dosen sudah merasa mengajar mahasiswa dengan baik, tetapi mahasiswanya tidak belajar sehingga terjadi salah konsep.
Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka upaya peningkatan kualitas belajar mengajar IPS dapat dilakukan dengan model pembelajaran Cooperative Learning. Model pembelajaran ini berangkat dari “getting better together “ yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif. Pada model pembelajaran Cooperative Learning, mahasiswa tidak hanya belajar dan menerima apa yang disajikan dosen, melainkan dapat belajar dari mahasiswa lain serta mempunyai kesempatan untuk membelajari mahasiswa yang lain.


COOPERATIVE LEARNING

Pengertian Cooperative Learning

Cooperetive mengandung pengertian bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama (Hamid Hasan, 1996) Jadi belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang menungkinkan mahasiswa bekerjasama untuk memaksimalkan belajar mereka dan anggota lainnya dalam kelompok tersebut.
Dalam pembelajaran menggunakan Cooperative Learning, pengembangan kualitas diri mahasiswa terutama aspek afektif mahasiswa dapat dilakukan secara bersama-sama. Belajar dalam kelompok kecil dengan prinsip kooperatif sangat baik digunakan untuk mencapai tujuan belajar, baik yang sifatnya kognitif, afektif, maupun konatif.
Dosen dengan kedudukannya sebagai perancang dan pelaksana pembelajaran dalam menggunakan model ini harus memperhatikan beberapa konsep dasar dalam penggunaan model ini, yaitu antara lain:
a. Perumusan tujuan mahasiswa harus jelas
b. Penerimaan secara menyeluruh oleh mahasiswa tentang tujuan belajar
c. Ketergantungan yang bersifat positif
d. Interaksi yang bersifat terbuka
e. Tanggungjawab individu
f. Kelompok bersifat heterogen
g. Interaksi sikap dan perilaku sosial yang positif
h. Tindak lanjut
i. Kepuasan dalam belajar

Langkah-langkah dalam Pembelajaran Cooperative Learning

Langkah-langkah dalam pembelajaran Cooperative Learning secara umum (Stahl,1994: Slavin,1983) dapat dijelaskan secara operasional sebagi berikut.
a. Merancang rencana program untuk pembelajaran
b. Merancang lembar observasi yang akan digunakan untuk mengobservasi kegiatan mahasiswa dalam belajar secara bersama dalam kelompok-kelompok kecil.
c. Mengarahkan dan membimbing mahasiswa,baik secara individual maupun kelompok, aik dalam memahami materi maupun mengenai sikap dan perilaku mahasiswa selama kegiatan belajar berlangsung.
d. Dosen memberikan kesempatan pada mahasiswa dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

Hasil Penelitian yang Telah Dilakukan Mengenai Cooperative Learning


Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa efektivitasnya sangat tinggi bagi perolehan hasil belajar siswa baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi pelajaran maupun pengembangan dan pelatihan sikap serta keterampilan sosial yang sangat bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat.



ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Konsep Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia meliputi:
a. Interaksi
b. Saling ketergantungan
c. Kesinambungan dan perubahan
d. Keragaman / Kesamaan / Perbedaan
e. Konflik dan Konsesus
f. Pola (Pattern)
g. Tempat (Lokasi)
h. Kekuasaan
i. Nilai kepercayaan
j. Keadilan dan pemerataan
k. Kelangkaan
l. Kekhususan
m. Budaya
n. Nasionalisme


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Media bahan dan alat belajar. Transparansi, program kaset audio, dan program video adalah contoh dari bahan belajar. Bahan belajar tersebut hanya bisa disajikan dengan alat misalnya OHP, radio, kaset, video player.
Manfaat media pembelajaran antara lain:
a. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
e. Meningkatkan kualitas hasil belajar
f. Media memungkinkan proses pembelajaran dilakukan di mana saja dan kapan saja
g. Media dapat menumbuhkembangkan sikap positif siswa / mahasiswa terhadap materi dan proses belajar
h. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.
Jenis dan kharakteristik media pembelajaran

GOLONGAN MEDIA CONTOH DALAM PEMBELAJARAN

1 Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2 Cetak Buku pelajaran, modul, brosur, Leaflet, gambar
3 Audio Cetak Kaset audio dilengkapi gambar tertulis
4 Proyeksi Visual Diam OHT, film bingkai (slide)
5 Proyeksi Audio Visual Diam Film bingkai (slide) bersuara
6 Visual Gerak Film gerak bersuara, Video / VCD, Televisi
7 Audiovisual Gerak Film gerak bersuara, video / VCD, Televisi
8 Objek Fisik Benda nyata, model, spesimen
9 Manusia dan Lingkungan Guru, Pustakawan, Laboran
10 Komputer CAI ( Pembelajaran Berbantuan Komputer), CBI ( Pembelajaran Berbasis Komputer).

Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran sebagai berikut.
a. Tujuan
b. Sasaran didik
c. Karakteristik media yang digunakan
d. Waktu
e. Biaya
f. Ketersediaan
g. Konteks penggunaan
h. Mutu teknis
Prinsip pemanfaatan media yaitu:
- Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan
- Jangan berlebihan dalam menggunakan media pembelajaran
- Penggunaan media harus bisa memperlakukan siswa / mahasiswa secara aktif
- Sebelum media digunakan, harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pelajaran
- Hindari pemanfatan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong
- Harus senantiasa dilakukan persiapan cukup sebelum penggunaan media.





LABORATORIUM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Laboratorium pendidikan IPS merupakan wahana bagi tenaga kependidikan dalam mencari, menemukan, mengumpulkan, dan mengolah data menjadi pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan maupun keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan IPS.
Laboratorium terpadu IPS sesungguhnya adalah di lapangan. Alat yang dip[erlukan untuk isi dan proses kegiatan laboratorium terpadu dibagi dua kelompok besar yaitu alat outdoor (lapangan) dan alat indoor (ruangan).


EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PENGETAHUAN SOSIAL

Penilaian adalah proses untuk memperoleh informasi untuk tujuan pengambilan keputusan tentang kebijaksanaan pendidikan, kurikulum, dan program pendidikan atau tentang kegiatan belajar siswa / mahasiswa. Evalusasi adalah proses untuk menimbang kenaikan dari kinerja siswa / mahasiswa.
Alat evaluasi dibedakan menjadi dua yaitu tes dan nontes. Berikut penjelasan dari masing-masing alat evaluasi tersebut.
a. Tes, terdiri dari
- Lisan
- Tes tertulis ( tes subyektif dan tes obyektif)
- Tes perbuatan
b. Nontes, terdiri dari
- Observasi
- Daftar cek
- Temu wicara
- Catatan harian
- Hasil karya siswa
- Rangkuman pengalaman
- Daftar catatan harian

Penilaian Berbasis Kelas
Penilaian Berbasis Kelas (PBK) dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portfolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis. Hal-hal yang harus dinilai meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiga ranah ini hendaknya dinilai secara proporsional sesuai sifat matapelajaran.
Prinsip dalam PBK yaitu :
a. Valid
b. Mendidik
c. Berorientasi pada kompetensi
d. Adil
e. Terbuka
f. Berkesinambungan
g. Menyeluruh
h. Bermakna

Wahai saudara Q, mulailah hargai nyawa kita...!!!

Sadarkah kita bahwa saat ini nyawa kita tidak ada harganya?!!!







Coba kita renungkan...

Berapa banyak korban yang jatuh karena bencana gempa...



Pernahkah kita berpikir bahwa secara tidak sadar kita telah membunuh diri kita sendiri...



Kembali renungkan apa yang telah kita lakukan pada bumi kita...



meski dia tersakiti,,, tapi dia tak pernah membalasnya...



namun ingat,,, Segala yang kita lakukan adalah investasi untuk masa depan kita...




Jika ingin nyawa kita berharga dan tidak dalam keadaan yang berbahaya...


Rawatlah bumi kita...