1.1 Latar Belakang Masalah
Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, yakni demi peradapan manusia. Bahkan dapat dipastikan bahwa tanpa pengembangan sumberdaya air yang konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati saat ini. Pengertian air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, maupun di bawah permukaan tanah. Air dalam pengertian ini termasuk air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang dimanfaatkan di darat. Sedangkan pengertian sumberdaya air adalah air dan semua potensi yang terdapat pada air, sumber air, termasuk sarana dan prasarana pengairan yang dapat dimanfaatkan, namun tidak termasuk kekeyaan hewani yang ada di dalamya.
Indonesia patut bersyukur karena sebagai negara kepulauan memiliki keragaman alam yang kaya disertai potensi air yang luar biasa untuk kawasan asia-oceania. Potensi sumberdaya air di Indonesia sendiri tidak terpisah dari keragaman sebaran dari potensi air itu sendiri. Salah satu bentuk keragaman tersebut yaitu keragaman sebaran potensi sumberdaya air danau. Danau adalah suatu cekungan pada permukaan bumi yang berisi air. Indonesia memiliki sekitar 500 danau dengan luas mencapai 5.000 km2 atau sekitar 0,25 persen luas daratan. Keseluruhan danau-danau tersebut mengandung 500 km3 sumber air. Dengan adanya kondisi geografis permukaan tanah di Indonesia yang bervariasi, maka sebaran bentuk danau pun juga bervariasi sehingga potensi dan kualitas air danau menjadi beragam. Jenis-jenis danau yang ada di Indonesia antara lain danau tektonik, danau vulanik, danau karst, danau bendungan alami dan danau buatan. Kualitas air danau dipengaruhi oleh iklim, keadaan geologi, kondisi vegetasi, aktivitas manusia dan waktu.
Tidak semua air di bumi ini dapat dimanfaatkan oleh manusia. Sebanyak 97% air di bumi adalah air laut dan samudra yang berasa asin. Sedang air tawar sisanya 3% berwujud gletser dan salju. Hanya 1% dari air tawar yang benar-benar dimanfaatkan, salah satunya air tawar yang terdapat di danau. Oleh karena itu pemanfaatan potensi sumberdaya air danau juga harus memperhatikan aspek geografis dan kelestarian kesediaan air tersebut. Pada saat ini, hampir 10% danau dan waduk yang ada di Indonesia terancam karena masalah erosi dan sedimentasi yang perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan banjir.
2.1 KONSEP DANAU
Arti danau adalah suatu cekungan pada permukaan bumi yang memiliki kriteria, yaitu:
- Air cukup dalam dan sudah menunjukkan adanya strata temperatur bedasarkan kedalamannya
- Vegetasi atau tumbuhan almatik yang mengapung di atas permukaan air tidak cukup menutupi seluruh permukaan air dan hanya berada pada pinggiran saja.
- Sudah menunjukkan adanya gelombang yang sudah mampu membentuk barrens, waresweptshore, atau shoal.
Danau berada tersebar di seluruh permukaan bumi. Luas seluruh danau di permukaan bumi kurang lebih 6,1% dari seluruh permukaan bumi. Danau tersebut tersebar di berbagai tempat seperti pegunungan, plateau, lembah, dataran, gunung api dan sepanjang pantai. Prakiraan jumlah air danau di dunia ialah 91000 km2 (Cannadian Resources, Mc Healey dan Wallace, 1998).
2.2 ANALISIS PERSEBARAN SUMBER DAYA AIR DANAU DI
INDONESIA
Berdasarkan pada proses terjadinya, Jenis-Jenis / Macam-Macam Danau yang ada di Indonesia :
1. Danau Buatan / Waduk
Danau buatan adalah danau yang secara sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, perikanan darat, air minum, dan lain sebagainya. Contoh : Waduk Jatiluhur di Jawa Barat.
2. Danau Karst
Danau karts adalah danau yang berada di daerah berkapur di mana yang berukuran kecil disebut doline dan yang besar dinamakan uvala. Contoh : danau atau telaga di pegunungan seribu, DI Yogyakarta.
3. Danau Tektonik
Danau tektonik adalah danau yang terjadi akibat adanya aktivitas / peristiwa tektonik yang mengakibatkan permukaan tanah pada lapisan kulit bumi turun ke bawah membentuk cekung dan akhirnya terisi air. Contoh yakni : Danau Toba di Sumatera Utara, Danau singkarak, Danau Kerinci, Danau Poso dan Danau towutti.
4. Danau Vulkanik / Danau Kawah
Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk pada bekas kawah gunung berapi. Contoh yaitu : Danau Batur di Bali, Danau Kelud yang merupakan kawah gunung kelud, Danau Segara Anakan yang merupakan kawah gunung Rinjani, Danau Telaga di Pegunungan Dieng.
5. Danau Bendungan Alami
Danau bendungan alami terbentuk karena adanya longsoran dari tebing, sehingga menutupi aliran sungai. Contoh ; Danau pengilon di Dieng dan telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan jawa Timur.
Daftar persebaran danau yang ada di Indonesia dapat dilihat pada lampiran. Secara umum tiap propinsi yang ada di Indonesia berpotensi untuk terdapat anau baik danau alami maupun danau buatan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa Indonesia termasuk negara yang kaya akan potensi sumberdaya air danau.
2.3 ANALISIS KUALITAS SUMBER DAYA AIR DANAU DI INDONESIA
Untuk menganalisis kualitas air danau dan waduk yang ada di Indonesia telah dilakukan beberapa penelitian mengenai kualitas air danau dan waduk yang ada di Indonesia. Berikut hasil penelitian kualitas air danau dan waduk yang ada di Indonesia.
Periode tahun 1928 -1993,
Penelitian kualitas air danau di Indonesia sesungguhnya sudah dilakukan sejak tahun 1928 yang dikenal dengan Sunda Expedition. Pada penelitian tersebut studi yang dilakukan baru pada taraf penelitian sifat fisika, kimia, dan biologi. Sesudah tahun tersebut penelitian danau dilakukan sporadis artinya hanya satu atau dua danau saja yang diteliti dan dilakukan oleh beberapa instansi termasuk Puslitbang Sumber Daya Air, yang dahulu dikenal dengan Direktorat Penelitian Masalah Air, yang diwakili oleh seksi Hidrokimia, kemudian pada tahun 1985 berubah menjadi Balai Lingkungan Keairan. Danau yang diteliti pada waktu itu antara lain Danau Batur, Bratan, Buyan, Tamblingan di Bali (1980), Danau Maninjau, Singkarak, Diatas, Dibawah di Sumatra Barat (1983 - 1984).
Pada periode 1993 - 2000,
Penelitian danau diseluruh Indonesia baru dilaksanakan kembali pada tahun 1992-1994 dengan kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia dengan Republik Finlandia. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air. Jumlah danau alamiah yang diteliti ada sebanyak 19 buah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke . Fokus penelitian masih terfokus pada karakteristik fisika, kimia, biologi, belum meneliti tentang beban pencemaran, dan daya dukung danau dan waduk.
PENELITIAN KUALITAS AIR WADUK
Periode 1970-1980,
Penelitian kualitas air waduk yang dilakukan Puslitbang Sumber Daya Air sudah dilakukan sejak tahun 1970-an. Jumlah waduk yang diteliti tidak banyak mengingat waduk yang sudah selesai dibangun pada periode tersebut juga tidak banyak. Waduk yang sudah terbangun pada priode tersebut adalah Waduk Darma, Jatiluhur di Jawa Barat, Karangkates di Jawa Timur (1972). Penelitian kualitas air waduk dilakukan terhadap waduk yang baru beroperasi digenangi dan waduk yang sudah lama beroperasi. Berdasarkan hasil penelitian pada periode tersebut kondisi kualitas air waduk masih bagus baik pada lapisan epilimnion dan hypolimnion, atau dengan kata lain masih tercemar ringan. Hal ini kita dapat mengerti oleh karena penduduk, industri, perambahan hutan belum banyak sehingga limbahnya masih dapat dibersihkan oleh sungai atau waduk itu sendiri (self purification).
Periode 1980 - 1995,
Penelitian kualitas air waduk awal tahun 80-an dilakukan oleh Puslitbang Sumber Daya Air dan hasilnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan tahun periode 70-an. Akan tetapi penelitian kualitas air waduk yang dilakukan pada 90-an bersama Pemerintah Filandia hasilnya mengalami perubahan dibandingkan dengan hasil tahun 80-an. Hasil penelitian kualitas air waduk 90-an menunjukkan bahwa kualitas airnya sudah banyak menurun. Penurunan kualitas air waduk tersebut disebabkan oleh pencemaran organik terutama senyawa nitrogen dan posfat yang berasal dari air limbah industri, penduduk, pertanian dan aktifitas perikanan KJA. Tingkat pencemaran waduk yang diakibatkan senyawa nitrogen, posfat, dan zat organik dapat dibagi 3 kategori yaitu: pencemaran amat sangat berat (hypertrophic = penyuburan amat sangat berat), pencemaran berat (eutrophic = penyuburan berat), dan lain-lain pencemaran sedang (oligotrophic = penyuburan sedang), dan mesotrophic (belum tercemar). Waduk yang masuk tingkat eutrophic adalah Waduk Saguling, Cirata, Karangkates, dan Sengguruh. Kategori oligotrofik adalah Waduk Lahor, Jatiluhur, Muara Nusa Dua, Mrica, Kedungombo, dan yang termasuk mesotrophic adalah Waduk Palasari, Wlingi, Malahayu, dan lain-lain.
Dari hasil penelitian kualitas air danau dan waduk di atas dapat disimpulkan bahwa semakin lama telah terjadi penurunan pada kualitas air danau dan waduk yang ada di Indonesia, hal ini disebabkan karena adanya pencemaran bahan organik pada air danau dan waduk yang disebabkan oleh limbah industri, pertanian, dan penduduk.
2.4 ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA AIR DANAU DI INDONESIA
Sumber air danau dapat berasal dari berbagai sumber. Adapun sumber-sumber air danau terdiri dari:
a. Air sungai yang mengalir ke dalam basin dan sebagi inflow
b. Air yang berasal dari hasil pencairan salju dan es
c. Air hujan yang tertangkap langsung oleh basin danau tersebut
d. Air dari aliran permukaan (over land flow)yang berasal dari air hujan yang berasal dari dari air hujan yang jatuh di sebut danau
e. Air yang berasal dari dalam tanah (air tanah) yang permukaannya lebih tinggi dari pada permukaan air danau sehingga air mengalir ke dalam danau
f. Air yang berasal dari mata air atau spring yang masuk ke danau tersebut
Jumlah air danau tidak selalu tetap, tetapi permukaan air danau selalu mengalami fluktuasi yaitu bertambah pada musim basah (hujan) dan berkurang pada musim kering (kemarau). Penyusutan air danau dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
a. Penguapan dari permukaan danau
b. Pengaliran air danau melalui outlet menuju sungai dibawahnya
c. Perembesan air danau ke dalam tanah
d. Khusus untuk bendungan dan waduk terdapat penyusutan air akibat dimanfaatkan untuk air minum, irigasi, dan sebgainya
Penyusutan air danau melalui perembesan tergantung pada karakteristik batuan atau tanah penyusun lahan sekitarnya, selain itu faktor ketinggian air tanah di sekitar danau juga menentukan besar kecilnya kehilangan air danau tersebut. Sedangkan penyusutan air danau oleh penguapan dipengaruhi oleh temperature, perbedaan tekanan udara, kelembaban udara, angin dan kualitas air.
Volume air danau selalu mengikuti perubahan musim. Pada danau alam, ketinggian permukaan air maksimum dicapai pada musim penghujan, sebaliknya ketinggian air minimum dicapai pada musim kemarau (kering). Berbeda dengan danau buatan manusia yang memiliki pintu airsehingga ketinggia permukaan air dapat diatur sedemikian rupa seperti kepentingannya.
Indonesia dikarunia tampungan alami yang tersebar luas. Inventarisasi tampunngan air tawar dipermukaan air tanah telah dilakukan sejak lama. Bahkan sudah didapatkan. Tabulasi yang sangat rinci, misalnya untuk kawasan Jabotabek. Di kawasan tersebut terdapat 219 tampungan alami(situ), namun saying sekali banyak dari tampungan tersebut yang sudah mengering sehingga kini tinggal 164 buah dengan luas total tidak lebih dari 1990 ha.
Pengetahuan lebih mendalam mengenai potensi yang terkandung di danau - danau Indonesia masih terbatas. Bahkan untuk beberapa daerah seperti papua misalnya, pengetahuan itu masih sangat terbatas. Dapat diberikan gambaran umum misalnya danau terbesar di Indonesia adalah danau Toba (luas 112.970 ha) terbesar kedua adalah towuti (56.108 ha) dan paling dalam adalah matono (590 m) dengan ketinggian permukaan air danau matano sebenarnya jauh di bawah dasar laut.
Adapun manfaat danau adalah untuk Irigasi, Perikanan, PLTA, Rekreasi, Olahraga, Pelayaran, dan penampungan air untuk mencegah banjir.
Potensi beberapa danau dan waduk untuk PLTA
no Danau / waduk propinsi Potensi(mw)
alami Buatan
Kerinci Jambi 180
Poso Sulut 640
Lindu Sulut 15
tondano Sulut 68,88
Rogamandala Jabar 47
Asahan III Sumut 150
Jatigede Jabar 108
Cisokon jabar 1000
Beberapa danau/waduk yang dimanfaatkan untuk PLTA
no Danau / waduk propinsi Potensi(mw)
alami Buatan
Toba 640
Singkarak 172
maninjau 68
Saguling 700
Cirata 1000
Jatiluhur 165,5
Tampungan alami (danau) Utama di Indonesia
no Propinsi Nama danau Luas (ha) Kedalaman maksimal (m) Evaluasi (dpl)
DI Aceh Laut Tawar 7000 80 + 1100
Sumut Toba 112.790 529 +905
sumbar Maninjau 9790 169 +465
Singkarak 10780 269 +362
Dibawah 1120 309 +1462
Di atas 1230 44 +153
Jambi Kerinci 4600 97 +78
Sumsel Ranau 12590 229 +540
Kalbar Sentarum 27.500 8 +35
Kalteng Sembuluh 7500 ? +30
Kaltim Semayang 12000 6 ?
Jempang 15000 6 ?
Sulut Tondano 5000 20 +600
Lomboto 5600 3 +25
Sulteng Poso 32320 450 +500
Lindu 3200 100 +1000
Sulsel Matano 16408 590 +382
Mahalona 2440 73 +310
Towuti 56108 203 +293
Tempe 35000 2 +5
Bali Batur 1590 88 +1031
papua Ayamaru 2200 20 +250
Anggi 4500 ? +1780
Yamur 3750 ? +90
Tigi 3000 ? +1650
Paniai 19550 50 +1742
Rombebai 14000 ? ?
Sentani 9360 52 +70
Selain tampungan alami, usaha untuk menambah ketersediaan air permukaan juga direkayasa dengan membangun waduk-waduk. Usaha pembangunan waduk telah dimulai sejak zaman kolinial Belanda, namun hasil yang memenuhi kebutuhan masyarakat baru berhasil dibangun akhir-akhir ini . waduk multiguna pertama yang diseleseikan pada zaman modern adalah waduk Jatiluhur . Pada tahun 1967, waduk tersebut merupakan gabungan dari dua rencana waduk, yakni pasi Gombrong dan Ubrug yang memiliki volume tampunganseliuruhnya sekitar 2,97 miliar m3
Tampungan buatan (waduk) utama di Indonesia
no Provinsi Nama waduk Nama sungai Tampungan tinggi (m) Volume 106 m3 Luas danau
Jabar Darma Lisanggarung 36 40 …..
Jatiluhur Citarum 96 2970
Saguling Citarum 98 982
Cirata Citarum 125 2165
Jateng Sempor jatinegara 49 52
Wonogiri Bebgawab solo 32 736
garung Menjer 36 27
Wadaslintang Bedegolan 121 443
Mrica Serayu 110 165
Kedunggombo Serang 66 723
Sermo Ngrancah 52 52
jatim Selorejo Konto 46 62
Karangkates Brantas 98 343
Lahor Lahor 74 37
Wlingi Brantas 28 24
Ladoyo Brantas 12 5,8
Bening Widas 35 37
Senggurung Lesti 34 22
wonorejo gondang 97 106
PENGELOLAN DANAU DAN WADUK
Danau dapat memiliki manfaat serta fungsi seperti untuk irigasi pengairan sawah, ternak serta kebun, sebagai objek pariwisata, sebagai PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air, sebagai tempat usaha perikanan darat, sebagai sumber penyediaan air bagi makhluk hidup sekitar dan juga sebagai pengendali banjir dan erosi.
Sesuai dengan UU. No. 7 Tahun 2004 tentang SumberDaya Air, yang terdiri 3 komponen utama yaitu konservasi, pemanfaatan dan pengendalian daya rusak air. Waduk embung, situ dan danau yang merupakan sumber daya air telah banyak banyak mengalami penurunan fungsi dan kerusakan ekosistem. Hal ini disebabkan oleh karena pengelolan waduk/danau yang banyak mengalami kendala. Dalam UU-Sumber Daya Air telah mengamanatkan untuk melakukan pengelolaan waduk dengan melakukan konservasi, pemanfaatan, pengendalian daya rusak air. Selain itu masih ada peraturan lain seperti P P. No. 51 Tahun 1997, tentang Lingkungan Hidup; PP. No. 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air; PP. No. 32 Tahun 1990 tentang Kawasan Lindung; Kep. Pres No.123/2001, tentang koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air pada tingkat Propinsi, Wilayah Sungai, Kabupaten dan Kota serta Keputusan Menteri yang terkait tentang pengelolaan sumber daya air. Walaupun sudah banyak undang–undang atau peraturan yang diundangkan tentang pengelolaan sumber daya air dan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air akan tetapi pada kenyataannya konservasi sumber daya air, pengendalian daya rusak air terhadap sumber daya air pada danau dan waduk, situ, embung dan sungai masih jauh dari harapan malahan semakin rusak baik kuantitas maupun kualitas airnya. Beberapa faktor yang menyebabkan kendala dalam melakukan pengelolaan sumber daya air antara lain:
a. Banyaknya instansi yang terkait dalam melakukan pengelolaan DAS waduk, yaitu setiap instansi lebih mementingkan sektornya dari pada konservasinya.
b. Banyaknya instansi yang terkait dalam pemanfaatan air danau atau waduk sehingga menimbulkan konflik kepentingan.
c. Perbedaan batas ekologis dan administratif, sehingga ada keengganan pemerintah tempat berlokasinya danau/waduk untuk melakukan upaya konservasi yang optimal.
d. Masih lemahnya kapasitas kemampuan instansi pengelola dalam melakukan konservasi.
e. Kurangnya pemahaman dan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan konservasi bagi penduduk yang ada di sekitar DAS ataupun penduduk yang bermukim di sekitar danau/waduk.
2.5 ANALISIS MASALAH DAN SOLUSI TERHADAP KETERSEDIAAN SUMBER DAYA AIR DANAU DI INDONESIA
Secara umum dapat dicontohkan bahwa masalah keadaan danau di Indonesia saat ini adalah :
• Di daerah Jawa Tengah ada beberapa DAS yang rusak, tingkat sedimentasi yang tinggi terdapat di daerah Merawu dan Serayu sehingga menyebabakan pendangkalan waduk Mrica sehingga daya tampung air berkurang dari 143 juta m3 menjadi 100 juta m3. Penyusutan air juga terjadi di waduk Kedung ombo dari 723 juta m3 menjadi 450 juta m3.
• Di daerah Jawa Timur beberapa DAS yang rusak antara lain DAS Brantas hulu, Kali Konto dan Kali Madiun. Volume tampungan air waduk di DAS kali Brantas juga berkurang dari tahun ke tahun, misalnya waduk Sengguru dari 21,5 juta m3 pada tahun 1988 menjadi 4,3 juta m3 pada tahun 2003 dan Waduk Karang Karang Kates dari 343 juta m3 pada tahun 1972 menjadi 176 juta m3 pada tahun 2003.
• Beberapa waduk di Indonesia seperti Waduk Jati Luhur, Waduk Sutami tampak mengalami fenomena eutrofiksi. Peningkatan kadar nitrogen dan phosphate menyebabkan eutrofikasi sehingga menyebabakan algae blooming yang juga menyebabkan banyak ikan mati dan alga yang mati akan menimbulkan bau busuk. Hal ini sangat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar waduk, baik karena menurunnya tangkapan ikan, timbulnya penyakit kulit, maupun berkurangnya wisatawan yang mengunjungi waduk. Kelebihan kadar nutrisi yakni N2P dan ditumbuhinya enceng gondok yang berlebihan.
Adapun beberapa solusi untuk mengatasi masalah danau
1. Pengolahan daerah tangkapan hujan untuk menjaga fungsi daerah resapan air yang dilakukan melalui usaha konservasi sumber daya air, pengendali erosi dan sedimentasi serta pengendalian tata guna lahan.
2. Pengolahan kuantitas air, apabila menghadapi musim kemarau maka dilakuakan upaya efisiensi air secara maksimal dengan memperhatikan prioritas penggunaan air.
3. Pengolahan kualitas air dengan cara dengan cara pengendalian pencemaran air danau.
4. Pengolahan lingkungan sungai.
3.1 KESIMPULAN
Arti danau adalah suatu cekungan pada permukaan bumi. Secara umum tiap propinsi yang ada di Indonesia berpotensi untuk terdapat anau baik danau alami maupun danau buatan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa Indonesia termasuk negara yang kaya akan potensi sumberdaya air danau.
Danau dapat memiliki manfaat serta fungsi seperti untuk irigasi pengairan sawah, ternak serta kebun, sebagai objek pariwisata, sebagai PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air, sebagai tempat usaha perikanan darat, sebagai sumber penyediaan air bagi makhluk hidup sekitar dan juga sebagai pengendali banjir dan erosi. Namun, dari hasil penelitian kualitas air danau dan waduk disimpulkan bahwa semakin lama telah terjadi penurunan pada kualitas air danau dan waduk yang ada di Indonesia, hal ini disebabkan karena adanya pencemaran bahan organik pada air danau dan waduk yang disebabkan oleh limbah industri, pertanian, dan penduduk.
Adapun beberapa solusi untuk mengatasi masalah danau antara lain pengolahan daerah tangkapan hujan untuk menjaga fungsi daerah resapan air, Pengolahan kuantitas air, pengolahan kualitas air degan cara pengendalian pencemaran air danau dan pengolahan lingkungan sungai.
3.2 SARAN
Setiap manusia tidak dapat lepas dari air, karena air merupakan investasi untuk masa depan manusia maka hendaknya dalam menggunakan dan memanfaatkan sumberdaya air khususnya air danau harus tetap menjaga kualitas air serta menjaga kondisi geografis daerah yang ada di sekitarnya agar kuantitas air tetap terjaga dan tidak terjadi kerusakan baik pada daerah tangkapan hujan maupun pada DAS sekitar waduk / danau.
DAFTAR RUJUKAN
Sunaryo, Trie M, Ir. M.Eng. 2004. Pengelolaan Sumberdaya Air. Malang :
Bayumedia.
Lampiran
Daftar danau yang ada di Indonesia diurutkan berdasarkan propinsi.
Pada Propinsi Bali Terdapat Danau Batu
Pada Propinsi Bali Terdapat Danau Bratan
Pada Propinsi Bali Terdapat Danau Buyan
Pada Propinsi Bali Terdapat Danau Tamblingan
Pada Propinsi Batas Lampung & SumSel Terdapat Danau Ranau
Pada Propinsi Bengkulu Terdapat Danau Dendam Tak Sudah
Pada Propinsi Bengkulu Terdapat Danau Emas
Pada Propinsi Bengkulu Terdapat Danau Tes
Pada Propinsi DI Aceh Terdapat Danau Ancueloot
Pada Propinsi DI Aceh Terdapat Danau Laut Realoih
Pada Propinsi DI Aceh Terdapat Danau Laut Tawar
Pada Propinsi Jambi Terdapat Danau Dipacampat
Pada Propinsi Jambi Terdapat Danau Sipin
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Pangkalan
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Rawa Dano
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Situ Bagendit
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Situ Cileunca
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Situ Langkung
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Situ Lengkong
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Situ Sipanunjang
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Telaga Patenggang
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Waduk Cirata
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Waduk Darma
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Waduk Jatiluhur
Pada Propinsi Jawa Barat Terdapat Danau Waduk Saguling
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Rawa Pening
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Telaga Menjer
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Cacaban
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Cengklik
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Gajah Mungkur
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Melahayu
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Sempor
Pada Propinsi Jawa Tengah Terdapat Danau Waduk Wadas Lintang
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Kawah Ijen
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Kawah Kelut
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Pacai
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Rawa Kelindingan
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Telaga Sarangan
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Gonclang
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Karangkates
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Klampis
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Lahor
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Ngebel
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Selarego
Pada Propinsi Jawa Timur Terdapat Danau Waduk Widas
Pada Propinsi Kaflmantan Tengah Terdapat Danau Mepara
Pada Propinsi Kalimantan Barat Terdapat Danau Bekuan
Pada Propinsi Kalimantan Barat Terdapat Danau Belida
Pada Propinsi Kalimantan Barat Terdapat Danau Genali
Pada Propinsi Kalimantan Barat Terdapat Danau Sentarum
Pada Propinsi Kalimantan Barat Terdapat Danau Tang
Pada Propinsi Kalimantan Selatan Terdapat Danau Bangkau
Pada Propinsi Kalimantan Selatan Terdapat Danau Bitin
Pada Propinsi Kalimantan Selatan Terdapat Danau Waduk Riam Kanan
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Bambenan
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Cembulu
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Ganting
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Gatel
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Kenamfui
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Limut
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Matur
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Raya
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Sembuluh
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Terusan
Pada Propinsi Kalimantan Tengah Terdapat Danau Tete
Pada Propinsi Kalimantan Timur Terdapat Danau Jempang
Pada Propinsi Kalimantan Timur Terdapat Danau Melintang
Pada Propinsi Kalimantan Timur Terdapat Danau Semayang
Pada Propinsi Lampung Terdapat Danau Jepara
Pada Propinsi Lampung Terdapat Danau Waduk Way Rarem
Pada Propinsi NTB Terdapat Danau Segara Anak
Pada Propinsi Nusa Tenggara Barat Terdapat Danau Batu Jai
Pada Propinsi Nusa Tenggara Barat Terdapat Danau Tambara
Pada Propinsi Nusa Tenggara Timur Terdapat Danau Kalimutu/Telaga Tiga Warna
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Anggi Giji
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Anggi Gita
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Biru
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Paninai
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Rombebai
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Sentani
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Tage
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Ti Bi
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Tonjidat
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Yamur
Pada Propinsi Papua Terdapat Danau Yawasi
Pada Propinsi Sulawesi Selatan Terdapat Danau Mahalona
Pada Propinsi Sulawesi Selatan Terdapat Danau Matana
Pada Propinsi Sulawesi Selatan Terdapat Danau Sidenreng
Pada Propinsi Sulawesi Selatan Terdapat Danau Tempe
Pada Propinsi Sulawesi Selatan Terdapat Danau Towuti
Pada Propinsi Sulawesi Tengah Terdapat Danau Lindu
Pada Propinsi Sulawesi Tengah Terdapat Danau Poso
Pada Propinsi Sulawesi Utara Terdapat Danau Danau
Pada Propinsi Sulawesi Utara Terdapat Danau Limboto
Pada Propinsi Sulawesi Utara Terdapat Danau Linouw
Pada Propinsi Sulawesi Utara Terdapat Danau Moat
Pada Propinsi Sulawesi Utara Terdapat Danau Tondano
Pada Propinsi Sumatra Barat Terdapat Danau Di Atas
Pada Propinsi Sumatra Barat Terdapat Danau Di Bawah
Pada Propinsi Sumatra Barat Terdapat Danau Kerinci
Pada Propinsi Sumatra Barat Terdapat Danau Maninjau
Pada Propinsi Sumatra Barat Terdapat Danau Singkarak
Pada Propinsi Sumatra Selatan Terdapat Danau Airhitam
Pada Propinsi Sumatra Selatan Terdapat Danau Jembawan
Pada Propinsi Sumatra Selatan Terdapat Danau Lubuk Deling
Pada Propinsi Sumatra Selatan Terdapat Danau Teloko
Pada Propinsi Sumatra Utara Terdapat Danau Toba
Kamis, 07 Januari 2010
Jumat, 04 Desember 2009
ANALISIS PENERAPAN TEORI LOKASI AUGUST LOSCH PADA INDUSTRI SEPATU DESA KEMASAN KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Latar Belakang Masalah
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Kegiatan konsumsi juga dipengaruhi oleh distribusi yaitu kengiatan penyaluran barang atau jasa ke suatu wilayah. Variasi konsumsi akan terjadi apabila dalam suatu wilayah tersebut terdapat variasi distribusi barang dan jasa. Variasi konsumsi biasanya terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pasar atau di daerah yang terdapat banyak fasilitas yang menyediakan kebutuhan masyarakat. Daerah – daerah seperti ini akan banyak dikunjungi oleh masyarakat, oleh karena itu kegiatan produksi akan lebih baik jika berdekatan dengan pasar atau daerah – daerah tersebut. Karena tata letak kegiatan produksi merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing industri dalam kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra industri, diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Lokasi produksi yang berdekatan dengan pasar merupakan salah satu dari teori August Losch. Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Salah satu contoh penerapan dari teori lokasi August Losch adalah adanya sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang hanya berjarak tiga ratus meter dengan pasar krian. Lokasi pasar krian sangat strategis karena merupakan salah satu jalur transportasi utama dari Surabaya-Jakarta melalui jalur selatan (Surabaya-Madiun-Solo-Semarang/Jogja-Surabaya). Dengan lokasi yang sangat strategis ini, memberikan banyak sekali keuntungan bagi krian, terutama dalam segi ekonomi, karena sebagai salah satu kota satelite bagi surabaya, banyak sekali perusahaan yang berdiri di lokasi Krian, sehingga mampu menjalankan roda perekonomian masyarakat.
KONSEP TEORI LOKASI AUGUST LOSCH
Teori lokasi merupakan ilmu yang menyelidiki tata ruang kegiatan ekonomi atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang langka serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam kegiatan lainnya. Lokasi atau ruang adalah permukaan bumi, baik yang ada diatasnya maupun yang ada dibawahnya sepanjang manusia bisa menjangkaunya.
August Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri. Lokasi industri seharusnya mempertimbangkan jumlah permintaan yang ada dalam suatu wilayah. Lokasi industri yang berdekatan dengan jumlah permintaan yang tinggi selain dapat menambah profit juga dapat mengurangi biaya distribusi barang. Economic landscape akan terjadiapabila terjadi keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand.
KONDISI GEOGRAFIS DAN KONDISI INDUSTRI DESA KEMASAN KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Kecamatan Krian berada di sebelah barat Kota Sidoarjo. Berjarak 22 Km dari pusat kota Sidoarjo. Luas wilayah Kecamatan Krian adalah sebesar ± 3.008 hektar yang terdiri dari lahan pertanian, pemukiman, industri dan sarana umum. Kecamatan Krian sebelah utara dan barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Balongbendo, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Prambon dan Wonoayu, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan kacamatan Taman, Sukodono dan Wonoayu. Krian mempunyai lokasi yang sangat strategis, karena terletah di tengah-tengah antara 4 ibukota kabupaten/kotamadya, yaitu Surabaya, Sidoarjo, gresik dan Mojokerto. Lokasi pasar krian juga sangat strategis karena merupakan salah satu jalur transportasi utama dari Surabaya-Jakarta melalui jalur selatan (Surabaya-Madiun-Solo-Semarang/Jogja-Surabaya).
Dengan lokasi yang sangat strategis ini, memberikan banyak sekali keuntungan bagi krian, terutama dalam segi ekonomi, karena sebagai salah satu kota satelite bagi surabaya, banyak sekali perusahaan dan industri yang berdiri di lokasi Krian mampu menjalankan roda perekonomian masyarakat. Sehingga kecamatan krian juga termasuk dalam kawasan industri. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki Ijin Usaha Kawasan Industri. (Keppres 41 tahun 1996)
Salah satu sentra industri yang ada adalah sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan Kecamatan Krian. Lokasi industri ini hanya berjarak tiga ratus meter dari pasar krian yang merupakan lokasi yang strategis dimana mudah dijangkau oleh masyarakat yang ada di kecamatan yang ada di sekitarnya dan juga masyarakat yang ada di kabupaten Gresik. Jumlah perajin sepatu yang tercatat dalam Koperasi Usaha Karya Krian adalah 65 perajin sepatu. Tenaga kerja yang terserap sekitar 300 orang, berasal dari Gresik, Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo sendiri. Industri sepatu yang telah berkembang sejak 1915 ini telah diresmikan oleh Menkop dan UKM, Suryadharma Ali (SDA) pada tanggal 22 Desember 2008. Perajin sepatu mengalami keberhasilan pada rentang 1985 hingga 2000 dan telah melahirkan pengusaha-pengusaha sepatu sukses. Saat ini para perajin yang ada di desa Kemasan mempunyai kendala pada masalah manajemen, permodalan, dan marketing. Sarasan distribusi utama industri sepatu ini adalah toko dan kios sepatu yang ada di pasar krian.
ANALISIS TEORI LOKASI AUGUST LOSCH PADA INDUSTRI SEPATU DI DESA KEMASAN KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Lokasi sentra industri kecil sepatu yang ada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang berdekatan dengan pasar krian sangat bermanfaat bagi keberlanjutan dari industri ini. Meskipun sasaran utama dari industri sepatu ini hanyalah berpusat pada pasar krian namun hal tersebut sudah mencapai profit maksimum karena jumlah permintaan yang ada di pasar cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena konsumen dari pasar krian tidak hanya berasal dari kecamatan Krian saja tapi juga berasal dari kecamatan Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Balongbendo, Taman, dan bahkan berasal dari kecamatan Driyorejo, Wringinanom, dan kecamatan Kedamaian kabupaten Gresik. Jumlah permintaan yang tertinggi berasal dari produk sepatu sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lokasi sekolah yang berdekatan dengan pasar Krian, sedikitnya ada 12 sekolah yang berdekatan dengan pasar krian. Selain itu, di dalam pasar Krian juga terdapat terminal dimana merupakan transit dari berbagai angkutan yang ada, sehingga akses menuju pasar krian sangat mudah.
Permintaan tertinggi kedua ialah permintaan pada jenis sepatu kerja. Kecamatan Krian merupakan salah satu wilayah industri karena wilayah krian yang merupakan salah satu wilayah yang strategis. Dengan adanya kawasan industri tersebut akan semakin banyak jumlah tenaga kerja yang memerlukan perlengkapan kerja, salah satunya ialah sepatu. Sasaran para pekerja ini adalah pasar krian karena satu – satunya penyedia fasilitas keperluan terbesar di kecamatan Krian.
Profit yang diperoleh selain disebabkan karena produk yang terjual banyak juga disebabkan karena minimnya biaya distribusi. Para perajin tidak memerlukan biaya distribusi yang terlalu besar karena jarak lokasi industri mereka dengan pasar hanya berjarak tiga ratus meter. Sehingga biaya produksi bisa ditekan dan para perajin dapat menghasilkan profit yang tinggi.
Tenaga kerja yang bekerja pada industri ini berasal dari Gresik, Sidoarjo, Mojokerto sehingga industri ini cukup membantu perekonomian yang ada di daerah sekitarnya. Setiap industri sepatu tidak memerlukan tenaga kerja dalam hal distribusi yang cukup banyak karena sasaran distribusi mereka relatif dekat, sehingga hanya memerlukan beberapa orang saja dan perajin tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membayar tenaga kerja yang bertugas dalam distribusi barang.
Berdasarkan analisis dari keuntungan keberadaan lokasi industri tersebut maka teori Lokasi August Losch yang menyarankan bahwa lokasi produksi seharusnya berdekatan dengan pasar dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan lokasi industri.
Namun, ada sedikit kelemahan dari keberadaan industri sepatu yang berdekatan dengan pasar krian ini yaitu produk dari industri ini sangat jarang yang bisa keluar dari kabupaten sidoarjo, hanya beberapa perajin saja yang mengirimkan hasil produksinya ke Surabaya (DTC) dan Mojokerto. Konsentrasi para perajin terpusat pada kabupaten Sidoarjo saja karena jumlah permintaan disana sudah cukup tinggi. Hal ini menyebabkan industri sepatu ini hanya bisa terkenal di daerah sekitarnya saja. Diharapkan industri ini dapat berkembang lebih pesat lagi apalagi industri ii sudah diresmikan oleh Menteri Perekonomian.
KESIMPULAN
Teori lokasi August Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Salah satu contoh penerapan dari teori lokasi August Losch adalah adanya sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang hanya berjarak tiga ratus meter dengan pasar krian.
Keberadaanya yang dekat dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi, karena produk yang terjual cukup banyak seiring dengan tingginya permintaan. Selain itu profit juga diperoleh dari minimnya biaya distribusi yang dikeluarkan. Selain terdapat beberapa keuntungan, ada sedikit kelemahan dari keberadaan lokasi industri yang berada dekat denagn pasar yaitu produknya tidak dapat menembus daerah lain, hal ini disebabkan konsentrasi distribusinya hanya pada pasar terdekat.
SARAN
Dalam memilih lokasi industri sebaiknya memperhatikan aspek strategis atau tidak wilayah tersebut. Wilayah yang dipilih harus mudah dijangkau, dekat dengan sumber bahan produksi dan berdekatan dengan jumlah permintaan produk yang diproduksi misalnya pasar. Keberadaan lokasi produksi yang berdekatan dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi.
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Kegiatan konsumsi juga dipengaruhi oleh distribusi yaitu kengiatan penyaluran barang atau jasa ke suatu wilayah. Variasi konsumsi akan terjadi apabila dalam suatu wilayah tersebut terdapat variasi distribusi barang dan jasa. Variasi konsumsi biasanya terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pasar atau di daerah yang terdapat banyak fasilitas yang menyediakan kebutuhan masyarakat. Daerah – daerah seperti ini akan banyak dikunjungi oleh masyarakat, oleh karena itu kegiatan produksi akan lebih baik jika berdekatan dengan pasar atau daerah – daerah tersebut. Karena tata letak kegiatan produksi merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing industri dalam kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra industri, diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Lokasi produksi yang berdekatan dengan pasar merupakan salah satu dari teori August Losch. Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Salah satu contoh penerapan dari teori lokasi August Losch adalah adanya sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang hanya berjarak tiga ratus meter dengan pasar krian. Lokasi pasar krian sangat strategis karena merupakan salah satu jalur transportasi utama dari Surabaya-Jakarta melalui jalur selatan (Surabaya-Madiun-Solo-Semarang/Jogja-Surabaya). Dengan lokasi yang sangat strategis ini, memberikan banyak sekali keuntungan bagi krian, terutama dalam segi ekonomi, karena sebagai salah satu kota satelite bagi surabaya, banyak sekali perusahaan yang berdiri di lokasi Krian, sehingga mampu menjalankan roda perekonomian masyarakat.
KONSEP TEORI LOKASI AUGUST LOSCH
Teori lokasi merupakan ilmu yang menyelidiki tata ruang kegiatan ekonomi atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang langka serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam kegiatan lainnya. Lokasi atau ruang adalah permukaan bumi, baik yang ada diatasnya maupun yang ada dibawahnya sepanjang manusia bisa menjangkaunya.
August Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri. Lokasi industri seharusnya mempertimbangkan jumlah permintaan yang ada dalam suatu wilayah. Lokasi industri yang berdekatan dengan jumlah permintaan yang tinggi selain dapat menambah profit juga dapat mengurangi biaya distribusi barang. Economic landscape akan terjadiapabila terjadi keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand.
KONDISI GEOGRAFIS DAN KONDISI INDUSTRI DESA KEMASAN KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Kecamatan Krian berada di sebelah barat Kota Sidoarjo. Berjarak 22 Km dari pusat kota Sidoarjo. Luas wilayah Kecamatan Krian adalah sebesar ± 3.008 hektar yang terdiri dari lahan pertanian, pemukiman, industri dan sarana umum. Kecamatan Krian sebelah utara dan barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Balongbendo, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Prambon dan Wonoayu, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan kacamatan Taman, Sukodono dan Wonoayu. Krian mempunyai lokasi yang sangat strategis, karena terletah di tengah-tengah antara 4 ibukota kabupaten/kotamadya, yaitu Surabaya, Sidoarjo, gresik dan Mojokerto. Lokasi pasar krian juga sangat strategis karena merupakan salah satu jalur transportasi utama dari Surabaya-Jakarta melalui jalur selatan (Surabaya-Madiun-Solo-Semarang/Jogja-Surabaya).
Dengan lokasi yang sangat strategis ini, memberikan banyak sekali keuntungan bagi krian, terutama dalam segi ekonomi, karena sebagai salah satu kota satelite bagi surabaya, banyak sekali perusahaan dan industri yang berdiri di lokasi Krian mampu menjalankan roda perekonomian masyarakat. Sehingga kecamatan krian juga termasuk dalam kawasan industri. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki Ijin Usaha Kawasan Industri. (Keppres 41 tahun 1996)
Salah satu sentra industri yang ada adalah sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan Kecamatan Krian. Lokasi industri ini hanya berjarak tiga ratus meter dari pasar krian yang merupakan lokasi yang strategis dimana mudah dijangkau oleh masyarakat yang ada di kecamatan yang ada di sekitarnya dan juga masyarakat yang ada di kabupaten Gresik. Jumlah perajin sepatu yang tercatat dalam Koperasi Usaha Karya Krian adalah 65 perajin sepatu. Tenaga kerja yang terserap sekitar 300 orang, berasal dari Gresik, Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo sendiri. Industri sepatu yang telah berkembang sejak 1915 ini telah diresmikan oleh Menkop dan UKM, Suryadharma Ali (SDA) pada tanggal 22 Desember 2008. Perajin sepatu mengalami keberhasilan pada rentang 1985 hingga 2000 dan telah melahirkan pengusaha-pengusaha sepatu sukses. Saat ini para perajin yang ada di desa Kemasan mempunyai kendala pada masalah manajemen, permodalan, dan marketing. Sarasan distribusi utama industri sepatu ini adalah toko dan kios sepatu yang ada di pasar krian.
ANALISIS TEORI LOKASI AUGUST LOSCH PADA INDUSTRI SEPATU DI DESA KEMASAN KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Lokasi sentra industri kecil sepatu yang ada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang berdekatan dengan pasar krian sangat bermanfaat bagi keberlanjutan dari industri ini. Meskipun sasaran utama dari industri sepatu ini hanyalah berpusat pada pasar krian namun hal tersebut sudah mencapai profit maksimum karena jumlah permintaan yang ada di pasar cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena konsumen dari pasar krian tidak hanya berasal dari kecamatan Krian saja tapi juga berasal dari kecamatan Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Balongbendo, Taman, dan bahkan berasal dari kecamatan Driyorejo, Wringinanom, dan kecamatan Kedamaian kabupaten Gresik. Jumlah permintaan yang tertinggi berasal dari produk sepatu sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lokasi sekolah yang berdekatan dengan pasar Krian, sedikitnya ada 12 sekolah yang berdekatan dengan pasar krian. Selain itu, di dalam pasar Krian juga terdapat terminal dimana merupakan transit dari berbagai angkutan yang ada, sehingga akses menuju pasar krian sangat mudah.
Permintaan tertinggi kedua ialah permintaan pada jenis sepatu kerja. Kecamatan Krian merupakan salah satu wilayah industri karena wilayah krian yang merupakan salah satu wilayah yang strategis. Dengan adanya kawasan industri tersebut akan semakin banyak jumlah tenaga kerja yang memerlukan perlengkapan kerja, salah satunya ialah sepatu. Sasaran para pekerja ini adalah pasar krian karena satu – satunya penyedia fasilitas keperluan terbesar di kecamatan Krian.
Profit yang diperoleh selain disebabkan karena produk yang terjual banyak juga disebabkan karena minimnya biaya distribusi. Para perajin tidak memerlukan biaya distribusi yang terlalu besar karena jarak lokasi industri mereka dengan pasar hanya berjarak tiga ratus meter. Sehingga biaya produksi bisa ditekan dan para perajin dapat menghasilkan profit yang tinggi.
Tenaga kerja yang bekerja pada industri ini berasal dari Gresik, Sidoarjo, Mojokerto sehingga industri ini cukup membantu perekonomian yang ada di daerah sekitarnya. Setiap industri sepatu tidak memerlukan tenaga kerja dalam hal distribusi yang cukup banyak karena sasaran distribusi mereka relatif dekat, sehingga hanya memerlukan beberapa orang saja dan perajin tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membayar tenaga kerja yang bertugas dalam distribusi barang.
Berdasarkan analisis dari keuntungan keberadaan lokasi industri tersebut maka teori Lokasi August Losch yang menyarankan bahwa lokasi produksi seharusnya berdekatan dengan pasar dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan lokasi industri.
Namun, ada sedikit kelemahan dari keberadaan industri sepatu yang berdekatan dengan pasar krian ini yaitu produk dari industri ini sangat jarang yang bisa keluar dari kabupaten sidoarjo, hanya beberapa perajin saja yang mengirimkan hasil produksinya ke Surabaya (DTC) dan Mojokerto. Konsentrasi para perajin terpusat pada kabupaten Sidoarjo saja karena jumlah permintaan disana sudah cukup tinggi. Hal ini menyebabkan industri sepatu ini hanya bisa terkenal di daerah sekitarnya saja. Diharapkan industri ini dapat berkembang lebih pesat lagi apalagi industri ii sudah diresmikan oleh Menteri Perekonomian.
KESIMPULAN
Teori lokasi August Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District).
Salah satu contoh penerapan dari teori lokasi August Losch adalah adanya sentra industri kecil sepatu yang berada di desa Kemasan kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo yang hanya berjarak tiga ratus meter dengan pasar krian.
Keberadaanya yang dekat dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi, karena produk yang terjual cukup banyak seiring dengan tingginya permintaan. Selain itu profit juga diperoleh dari minimnya biaya distribusi yang dikeluarkan. Selain terdapat beberapa keuntungan, ada sedikit kelemahan dari keberadaan lokasi industri yang berada dekat denagn pasar yaitu produknya tidak dapat menembus daerah lain, hal ini disebabkan konsentrasi distribusinya hanya pada pasar terdekat.
SARAN
Dalam memilih lokasi industri sebaiknya memperhatikan aspek strategis atau tidak wilayah tersebut. Wilayah yang dipilih harus mudah dijangkau, dekat dengan sumber bahan produksi dan berdekatan dengan jumlah permintaan produk yang diproduksi misalnya pasar. Keberadaan lokasi produksi yang berdekatan dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi.
Senin, 30 November 2009
KABUPATEN SIDOARJO

Kabupaten Sidoarjo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Sidoarjo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Sidoarjo dikenal sebagai penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk kawasan Gerbangkertosusila.
Sejarah
Sidoarjo dahulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibatu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare dipimpin R. Notopuro berasal dari Kasepuhan, putra R.A.P Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare, yang memiliki konotasi kurang bagus diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo.
Geografi
Wilayah Kabupaten Sidoarjo berada di dataran rendah. Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta, karena berada di antara dua sungai besar pecahan Kali Brantas, yakni Kali Mas dan Kali Porong. Kota Sidoarjo berada di selatan Surabaya, dan secara geografis kedua kota ini seolah-olah menyatu.
Transportasi
Bandara Internasional Juanda dan terminal bus Purabaya yang dianggap sebagai "milik" Surabaya, berada di wilayah kabupaten ini. Terminal Purabaya merupakan gerbang utama Surabaya dari arah selatan, dan salah satu terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Kereta komuter Surabaya Gubeng-Sidoarjo-Porong menghubungkan kawasan Sidoarjo dengan Surabaya.
Pembagian administratif
Kabupaten Sidoarjo terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kota kecamatan lain yang cukup besar di Kabupaten Sidoarjo diantaranya Taman, Krian, Candi, Porong dan Waru.
Perekonomian
Perikanan, industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. Selat Madura di sebelah Timur merupakan daerah penghasil perikanan, diantaranya ikan, udang, dan kepiting. Logo Kabupaten menunjukkan bahwa Udang dan Bandeng merupakan komoditi perikanan yang utama kota ini. Sidoarjo dikenal pula dengan sebutan "Kota Petis". Oleh-oleh makanan khas Sidoarjo adalah Bandeng Asap dan Kerupuk Udang. Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis kawasan Indonesia Timur (Surabaya), dekat dengan Pelabuhan Laut Tanjung Perak maupun Bandar Udara Juanda, memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo. Sektor industri kecil juga berkembang cukup baik, diantaranya sentra industri kerajinan tas dan koper di Tanggulangin, sentra industri sandal dan sepatu di Wedoro - Waru dan Tebel - Gedangan, sentra industri kerupuk di Telasih - Tulangan.
Olahraga
Gelora Delta terdapat di Jalan Pahlawan Kota Sidoarjo, dimana pernah digunakan untuk pembukaan PON XV Jawa Timur 2002. Dimana stadion ini adalah markas dari klub sepak bola Deltras Sidoarjo.
Kuliner Khas
• Kupang Lontong Sidoarjo + Sate kerang
• Bandeng presto Sidoarjo
Rabu, 18 November 2009
Tarik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Bagian barat daerah ini dulu diyakini sebagai Hutan Tarik, yaitu sebuah hutan yang dibuka oleh Raden Wijaya menjadi sebuah desa cikal bakal kerajaan Majapahit. Kalimati adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Desa Kalimati
Peta lokasi Desa Kalimati
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Sidoarjo
Kecamatan Tarik
Kepala desa Sudangir
Jumlah penduduk ± 7000
Teori Lokasi August Losch
Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District). Kontribusi utama Losch adalah memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri, Kedua, kritik terhadap pendahulunya yang selalu berorientasi pada biaya terkecil; padahal yang biasanya dilakukan oleh industri adalah memaksimalkan keuntungan (profit– revenue maximation) dengan berbagai asumsi, Losch mengemukakan bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand. Oleh karena itu Losch merupakan pendahulu dalam mengatur kegiatan ekonomi secara spasial dan pelopor dalam teori ekonomi regional modern.
Proses terjadinya wilayah pasar Efek Perubahan Harga Teori August Losch
August Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan segi permintaan sebagai variabel utama. Teori ini bertujuan untuk menemukan pola lokasi industri sehingga diketemukan keseimbangan spasial antar lokasi. Losch berpendapat bahwa dalam lokasi industri yang tampak tidak teratur dapat diketemukan pola keberaturan. Teori Losch berasumsi suatu daerah yang homogen dengan distribusi sumber bahan mentah dan sarana angkutan yang merata serta selera konsumen yang sama. Kegiatan ekonomi yang terdapat di daerah tersebut merupakan pertanian berskala kecil yang pada dasarnya ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan petani masing-masing. Perdagangan baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan, ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1. Setiap lokasi industri harus menjamin keuntungan maksimum bagi penjual maupun pembeli.
2. Terdapat cukup banyak usaha pertanian dengan penyebaran cukup merata sehingga seluruh permintaan yang ada dapat dilayani.
3. Terdapat free entry dan tidak ada petani yang memperoleh super-normal prpfit sehingga tidak ada rangsangan bagi petani dari luar untuk masuk dan menjual barang yang sama di daerah tersebut.
4. Daerah penawaran adalah sedemikian hingga memungkinkan petani yang ada untuk mencapai besar optimum.
5. Konsumen bersikap indifferent terhadap penjual manapun dan satu-satunya pertimbangan untuk membeli adalah harga yang rendah. Pada teori Losch, wilayah pasar bisa berubah ketika terjadi inflasi (perubahan) harga. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mampu memenuhi permintaan yang karena jaraknya jauh akan mengakibatkan biaya transportasi naik sehingga harga jualnya juga naik, karena tingginya harga jual maka pembelian makin berkurang. Hal ini mendorong petani lain melakukan proses produksi yang sama untuk melayani permintaan yang belum terpenuhi. Dengan makin banyaknya petani yang menawarkan produk yang sama, maka akan terjadi dua keadaan : 1. seluruh daerah akan terlayani, 2. persaingan antar petani penjual akan semakin tajam dan saling berebut pembeli. Losch berpendapat bahwa akhirnya luas daerah pasar masing-masing petani penjual akan mengecil dan dalam keseimbangannya akan terbentuk segienam beraturan. Bentuk ini dipilih karena menggambarkan daerah penjualan terbesar yang masih dapat dikuasai setiap penjual dan berjarak minimum dari tempat lokasi kegiatan produksi yang bersangkutan. Keseimbangan yang dicapai dalam teori Losch berasumsi bahwa harga hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, oleh karenanya keseimbangan akan terganggu bila salah seorang penjual menaikkan harga jualnya. Keputusan ini mengakibatkan tidak hanya pasar menyempit karena konsumen tak mampu membeli tapi sebagian pasar akan hilang dan direbut oleh penjual yang berdekatan. Untuk memperluas jangkauan pasar dapat dilakukan dengan menjual barang yang berbeda jenis dari yang sudah ditawarkan.
Studi Kasus Teori Lokasi Industri August Losch
Dalam studi kasus teori lokasi industri Agust Losch ini dapat diambil contoh pendirian lokasi pabrik kendaraan bermotor yang terdapat di Indonesia, dimana pendirian pabrik kendaraan bermotor ini dinilai tepat berdasarkan teori August Losch karena lokasi pabrik tersebut didirikan dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada konsumennya, hingga proses distribusi dari kendaraan bermotor tersebut akan lebih cepat dilakukan dibanding harus diproduksi di daerah asalnya yaitu Jepang, dari segi biaya produksi pun akan lebih murah karena beberapa komponen atau suku cadang kendaraan bermotor tersebut, bahan bakunya ada yang tersedia di Indonesia, begitu juga dengan tenaga kerja, dimana ongkos tenaga kerja di Indonesia masih lebih murah dibanding negara asal kendaraan bermotor tersebut, hingga harapan agar keuntungan maksimal yang diinginkan akan terpenuhi.
Proses terjadinya wilayah pasar Efek Perubahan Harga Teori August Losch
August Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan segi permintaan sebagai variabel utama. Teori ini bertujuan untuk menemukan pola lokasi industri sehingga diketemukan keseimbangan spasial antar lokasi. Losch berpendapat bahwa dalam lokasi industri yang tampak tidak teratur dapat diketemukan pola keberaturan. Teori Losch berasumsi suatu daerah yang homogen dengan distribusi sumber bahan mentah dan sarana angkutan yang merata serta selera konsumen yang sama. Kegiatan ekonomi yang terdapat di daerah tersebut merupakan pertanian berskala kecil yang pada dasarnya ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan petani masing-masing. Perdagangan baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan, ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1. Setiap lokasi industri harus menjamin keuntungan maksimum bagi penjual maupun pembeli.
2. Terdapat cukup banyak usaha pertanian dengan penyebaran cukup merata sehingga seluruh permintaan yang ada dapat dilayani.
3. Terdapat free entry dan tidak ada petani yang memperoleh super-normal prpfit sehingga tidak ada rangsangan bagi petani dari luar untuk masuk dan menjual barang yang sama di daerah tersebut.
4. Daerah penawaran adalah sedemikian hingga memungkinkan petani yang ada untuk mencapai besar optimum.
5. Konsumen bersikap indifferent terhadap penjual manapun dan satu-satunya pertimbangan untuk membeli adalah harga yang rendah. Pada teori Losch, wilayah pasar bisa berubah ketika terjadi inflasi (perubahan) harga. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mampu memenuhi permintaan yang karena jaraknya jauh akan mengakibatkan biaya transportasi naik sehingga harga jualnya juga naik, karena tingginya harga jual maka pembelian makin berkurang. Hal ini mendorong petani lain melakukan proses produksi yang sama untuk melayani permintaan yang belum terpenuhi. Dengan makin banyaknya petani yang menawarkan produk yang sama, maka akan terjadi dua keadaan : 1. seluruh daerah akan terlayani, 2. persaingan antar petani penjual akan semakin tajam dan saling berebut pembeli. Losch berpendapat bahwa akhirnya luas daerah pasar masing-masing petani penjual akan mengecil dan dalam keseimbangannya akan terbentuk segienam beraturan. Bentuk ini dipilih karena menggambarkan daerah penjualan terbesar yang masih dapat dikuasai setiap penjual dan berjarak minimum dari tempat lokasi kegiatan produksi yang bersangkutan. Keseimbangan yang dicapai dalam teori Losch berasumsi bahwa harga hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, oleh karenanya keseimbangan akan terganggu bila salah seorang penjual menaikkan harga jualnya. Keputusan ini mengakibatkan tidak hanya pasar menyempit karena konsumen tak mampu membeli tapi sebagian pasar akan hilang dan direbut oleh penjual yang berdekatan. Untuk memperluas jangkauan pasar dapat dilakukan dengan menjual barang yang berbeda jenis dari yang sudah ditawarkan.
Studi Kasus Teori Lokasi Industri August Losch
Dalam studi kasus teori lokasi industri Agust Losch ini dapat diambil contoh pendirian lokasi pabrik kendaraan bermotor yang terdapat di Indonesia, dimana pendirian pabrik kendaraan bermotor ini dinilai tepat berdasarkan teori August Losch karena lokasi pabrik tersebut didirikan dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada konsumennya, hingga proses distribusi dari kendaraan bermotor tersebut akan lebih cepat dilakukan dibanding harus diproduksi di daerah asalnya yaitu Jepang, dari segi biaya produksi pun akan lebih murah karena beberapa komponen atau suku cadang kendaraan bermotor tersebut, bahan bakunya ada yang tersedia di Indonesia, begitu juga dengan tenaga kerja, dimana ongkos tenaga kerja di Indonesia masih lebih murah dibanding negara asal kendaraan bermotor tersebut, hingga harapan agar keuntungan maksimal yang diinginkan akan terpenuhi.
Jumat, 13 November 2009

Kondisi Geografis
Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112,5o – 112,9o BT dan 7,3o – 7,5o LS dengan wilayah yang berbatasan dengan :
• Sebelah Utara : Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik
• Sebelah Selatan : Kabupaten Pasuruan
• Sebelah Barat : Kabupaten Mojokerto
• Sebelah Timur : Selat Madura
Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil di Propinsi Jawa Timur, dengan luas wilayah 63.438,53 Ha atau 634,34 km2 diapit oleh Sungai Mas dan Sungai Porong.
Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo, menurut hasil sensus penduduk tahun 2000 sebesar 1.548.820 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 2.441 jiwa/km2 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,87 %, hal ini bukan berarti tingginya angka kelahiran, tetapi disebabkan oleh arus urbanisasi yang tinggi sebagai dampak dari pertumbuhan sektor industri dan perumahan di Sidoarjo serta dampak Surabaya Metropolitan Area.
Angka TFR (Total Fertility Rate) Kabupaten Sidoarjo sebesar 1,9 (Susenas 2000), hal ini menunjukkan bahwa angka kelahiran di Kabupaten Sidoarjo cukup terkendali berarti keberadaan Program KB sudah melembaga dan membudaya dalam segi kehidupan masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
Langganan:
Postingan (Atom)